Sungguh jika kita melihat orang-orang yang ada disekitar kita, maka kita akan melihat orang dengan berbagai model perilaku,pekerjaan,dan pakaian. Di antara mereka ada yang berpenampilan nyentrik dan banyak pula dari mereka berpenampilan yang lebih sederhana dan lebih lusuh dari penampilan kita.Ada yang berprosi sebagai penjabat publik, guru, pengusaha, karyawan dan ada pula yang pekerjaannya lebih rendah daripada kita. Tentunya pernah terselip dalam fikiran kita tentang kehidupan mereka.
Prasangka terkadang muncul begitu saja dalam fikiran kita, entah itu prasangka baik ataukah prasangka jelek tentang kehidupan orang-orang yang ada disekeliling kita. dan jika kita tak sadar maka kita akan membiarkan prasangka itu begitu saja tanpa ada usaha untuk mengkontrolnya.
Tak jarang bila kita melihat pengemis ataupun pedangan keliling, kita acuh tak acuh terhadap mereka alias tidak mau tahu, bahkan terkadang timbul rasa risih atau meremehkan mereka.Padahal kita sama sekali tidak tau apa yang ada dibalik dada mereka (hati). Padahal bisa jadi mereka lebih baik dari pada kita, bahkan kita layak menjadi murid darinya dan mereka layak menjadi guru kita.
Mengapa mereka harus menjadi guru kita? ya karena mereka berjalan dimuka bumi ini tidak karena orang lain, tidak malu karena status dan tidak gengsi karena harga diri, sementara kita masih begitu mempertimbangkan harga diri kita, yang kita sendiri belum tahu berapa harga diri kita yang sebenarnya.
Mereka sering tersenyum dan senyum mereka adalah simbul ketenangan jiwanya, sementara kita tersenyum terkadang karena keterpaksaan.
